1.
Konfigurasi Mutlak dan Relatif
Urutan penataan keempat gugus di
sekitar suatu atom karbon kiral disebut konfigurasi
mutlak disekitar atom itu (jangan mencampuradukkan konfigurasi dengan konformasi, yakni bentuk-bentuk yang
disebabkan rotasi mengelilingi ikatan-ikatan). sepasang enantiomer mempunyai
konfigurasi yang berlawanan. Misalnya, (+) gliseralhida dan (-)gliseralhida
mempunyai konfigurasi yang berlawanan. Sampai tahun 1951 ahli kimia belum mengetahui.
Sebelumnya baru diketahui bahwa (+) gliseralhida dan asam(-)gliserat (asam 2,3
dihidroksioropanoat) mempunyai konfigurasi sama di sekitar karbon 2, meskipun
sudut putarnya berlawanan.
Telah ditunjukkan
bagaimana arah pemutaran bidang polarisasi cahaya dapat dinyatakan oleh (+) dan
(-). Diperlukan juga suatu sistem untuk menyatakan konfigurasi mutlak itu yakni,
penataan yang sesungguhnya dari gugus-gugus disekeliling suatu karbon
kiral. Sistem itu ialah sistem (R) dan
(S) atau sistem Chan-Ingold-Prelog.
Huruf (R) berasal dari kata latin, rectus, “kanan”, sedangkan (S) dari
kata latin sinister,“kiri”. Atom karbon kiral apa saja mempunyai atau
konfigurasi (R) atau konfigurasi (S), oleh karena itu satu enantiomer adalah
(R) dan enantiomer lain adalah (S). Suatu campuran rasemik ditandai dengan (R)(S),
yang berarti suatu campuran dari keduanya. Dalam
sistem (R) dan (S), gugus-gugus diberi urutan prioritas, dengan menggunakan
perangkat aturan yang sama seperti yang digunakan dalam sistem (E) dan (Z),
hanya saja urutan prioritas ini digunakan dengan cara sedikit berbeda.
Cara
menentukan konfigurasi (R) atau (S) kepada suatu karbon kiral:
1. Urutkan
keempat gugus (atau atom) yang terikat pada karbon kiral itu menurut urutan
prioritas aturan deret Chn-Ingold-Prelog
2. Proyeksikan
molekul itu sedemikian sehingga gugus yang berprioritas rendah berarah ke belakang.
3. Pilih
gugus dengan prioritas tertinggi dan tarik suatu anak panah bengkok ke gugus dengan prioritas tertinggi
berikutnya(next highest).
4. Jika panah ini searah dengan jarum jam, maka
konfigurasi itu adalah (R). Jika arah
anak panah berlawanan dengan jarum-jam, konfigurasi itu (S).
Sebagai ilustrasi di ambil
enantiomer-enantiomer 1-bromo-1-kloroetana.
1. Urutkan
keempat gugus. Disini urutan prioritas keempat atom itu adalah menurut nomor
atomnya : Br (tertinggi), Cl, C, H (terendah).
2. Gambar
proyeksi dengan atom berprioritas rendh (H) ada di belakang (atom ini tertutup
oleh atom karbon dalam proyeksi di bawah ini).
3. Tarik
anak panah dari atom berprioritas tertinggi (Br) ke atom berprioritas tertinggi
kedua (Cl).
4. Berikan
(R) dan (S). perhatikan bagaimana singkatan (R) dan (S) dimasukkan dalam
penamaan.
Dengan menggunakan sebuah model molekul, akan
mudah menaruh suatu struktur dalam posisi yang benar untuk memberikan (R) atau
(S) kepada struktur itu.
Diagram Fischer (Konfihurasi
Relatif)
Sebuah
molekul kiral dapat diwakili oleh diagram Fischer (gambar 5). Molekul ditarik
sehingga rantai karbon adalah vertikal dengan kelompok gugus diposisikan di
bagian atas. ikatan C-C vertikal dari titik pusat asimetris ke dalam bidang,
sedang ikatan horisontal dari pusat asimetris keluar dari bidang. Hal ini
biasanya digambarkan tanpa menentukan ikatan tebal dan arsir.
Diagram fischer tentang L-alanin dan
D-alanin
Diagram
Fischer dari alanin memungkinkan struktur didefinisikan sebagai L atau D dari
posisi gugus amino. Jika gugus amino adalah ke kiri, maka L-enantiomer. Jika
diposisikan ke kanan, itu adalah D-enantiomer. Ini adalah tata nama lama yang
hanya digunakan untuk asam amino dan gula. Itu tatanama L- dan D- tergantung
pada konfigurasi mutlak di pusat asimetris
dan bukan arah di mana enantiomer berputar bidang cahaya terpolarisasi. Hal ini tidak mungkin untuk memprediksi arah mana molekul akan memutar bidang cahaya terpolarisasi dan ini hanya dapat diketahui berdasarkan eksperimen.
dan bukan arah di mana enantiomer berputar bidang cahaya terpolarisasi. Hal ini tidak mungkin untuk memprediksi arah mana molekul akan memutar bidang cahaya terpolarisasi dan ini hanya dapat diketahui berdasarkan eksperimen.
2. Pemisahan Suatu Campuran Rasemik
Campuran rasemik
artinya suatu campuran yang mengandung sepasang enantiomer dalam jumlah yang
sama. Sepasang enentiomer itu adalah enantiomer R dan enentiomer S.
Enantiomer mempunyai sifat-sifat kimia yang sama, kecuali dalam hal
antaraksi dengan zat-zat kiral lain. Karena enzime bersifat kiral, mereka bisa
berlaku sangat selektif dalam kegiatan katalitiknya. Misalnya, bila suatu
organisme mencernakan suatu campuran alanina rasemik, maka hanya (S)-alanina
yang tergabung ke dalam bangunan protein. (R)-alanina tak digunakan dalam
protein, malahan alanina ini dengan bantuan enzime lain dioksidasi menjadi
suatu asam keto serta memasuki bagan metabolisme lain.
Dalam laboratorium pemisahan fisis suatu
campuran rasemik menjadi enantiomer-enantiomer murni disebut resolusi
(atau resolving) campuran rasemik itu. Pemisahan natrium amonium
tartarat rasemik oleh pasteur adalah suatu resolusi campuran tersebut. Adalah
suatu gejala yang yang sangat jarang bahwa enantiomer-enantiomer mengkristal
secara terpisah, jadi cara pasteur tak dapat dianggap sebagai suatu teknik yang
umum. Karena sepasang enantiomer itu menunjukkan sifat-sifat kimia dan fisika
yang sama, mereka tak dapat dipisahkan oleh cara kimia atau fisika biasa.
Sebagai gantinya, ahli kimia terpaksa mengandalkan reagensia kiral atau katalis
kiral (yang hampir selalu berasal dari dalam organisme hidup).
Suatu cara untuk memisahkan cmpuran
rasemik, atau sekurangnya mengisolasi satu enantiomer murni, adalah mengolah
campuran itu dengan suatu mikroorganisme, yang hanya akan mencerna salah satu
dari kedua enantiomer itu. Misalnya, (R)-nikotina murni dapat diperoleh dari
(R)(S)-nikotina dengan menginkubasi campuran rasemik itu dengan bakteri Pseudomonas putida,yang
mengoksidasi (S)-nikotina, tetapi tidak (R)-enantiomer.
Teknik yang sangat umum untuk memisahkan
sepasang enantiomer ialah mereaksikan mereka dengan suatu reagensia kiral
sehingga diperoleh sepasang produk diastereomerik.Sebagai ilustrasi, (R)(S)-RCO2H
dan (S)RCO2H ialah kedua enantiomer itu. Suatu asam karboksilat akan
bereaksi dengan suatu amina, membentuk suatu garam.
Reaksi asam (R)(S) karboksilat dengan
suatu amina, yang berupaa suatu enantiiomer murni, menghasilkan sepasang garam
diastereomer:garam amina (dari) asam (R) dan garam amina dari asam (S).
Dalam reaksi ini produk yang mungkin
hanyalah garam (R,S) dan garam (S,S), yang bukan enantiomer yaitu satu dari
yang lain. Enantiomer kedua garam ini masing-masing ialah garam (S,R) dan garam
(R,R). Tak satupun garam ini akan terbentuk, karena hanya digunakan (S) amina. Resolusi suatu asam rasemik bergantung pada pembentukan garam, dengan
menggunakan suatu enantiomer tunggal (dari) suatu amina kiral. Amina yang lazim
digunakan ialah amfetamina, yang dapat diperoleh sebagai enantiomer-enantiomer
murni secara komersial, dan strikhnina yang terdapat dalam alam.
Saya ingin bertanya, bagaimana cara untuk memisahkan campuran resemik atau sekurangnya mengisolasi satu enantiomer murni?
BalasHapussaya akan menjawab pertanyaan dari lilis nurhayati yaitu cara untuk memisahkan campuran resemik atau sekurangnya mengisolasi satu enantiomer murni?
HapusSuatu cara untuk memisahkan cmpuran rasemik, atau sekurangnya mengisolasi satu enantiomer murni, adalah mengolah campuran itu dengan suatu mikroorganisme, yang hanya akan mencerna salah satu dari kedua enantiomer itu. Misalnya, (R)-nikotina murni dapat diperoleh dari (R)(S)-nikotina dengan menginkubasi campuran rasemik itu dengan bakteri Pseudomonas putida,yang mengoksidasi (S)-nikotina, tetapi tidak (R)-enantiomer.
Teknik yang sangat umum untuk memisahkan sepasang enantiomer ialah mereaksikan mereka dengan suatu reagensia kiral sehingga diperoleh sepasang produk diastereomerik.Sebagai ilustrasi, (R)(S)-RCO2H dan (S)RCO2H ialah kedua enantiomer itu. Suatu asam karboksilat akan bereaksi dengan suatu amina, membentuk suatu garam.
Reaksi asam (R)(S) karboksilat dengan suatu amina, yang berupaa suatu enantiiomer murni, menghasilkan sepasang garam diastereomer:garam amina (dari) asam (R) dan garam amina dari asam (S).
saya rianti nitawulandari hanya ingin menambah sedikit
BalasHapusCARA PEMISAHAN RASEMAT
1. Resolving agent kiral
Teknik ini bergantung pada enantiomer yang memiliki sifat fisik identik dan diastereomer umumnya yang memiliki sifat berbeda. Contoh: memisahkan enansiomer asam2-hydroxylpropionic. Perlu ditambahkan sebagai resolving agent untuk (R)-2-fenil-etilamin. Kedua enantiomer berinteraksi dengan(R)-2-fenil-etilamin untuk membentuk dua spesies yang berbeda garam yang diastereomer satu sama lain. Para diastereomer kemudian dapat mengkristal secara terpisah dan rasemat berhasil dipisahkan secara sempurna.
2. Kromatografi kiral
Dalam proses ini, rasemat dijalankan melalui kolom yang diisi dengan zat kiral. Enansiomer akan berinteraksi secara berbeda dengan substansi dan kemudian akan mengelusi (atau menyaring melalui substansi) pada tingkat yang berbeda. Teknik ini juga diterapkan untuk campuran enantiomer samping campuran rasemat, misalnya untuk memurnikan spesies dari sejumlah kecil enansiomernya
terima kasih atas tambahan yang anda berikan semoga dapat bermanfaat bagi para pembaca.
Hapusassalamualaikum, saudari novani saya ingin bertanya bagaimana cara mengisolasi satu enantiomer murni?
BalasHapusterima kasih atas pertanyaannya.
Hapusmengisolasi enantiomer murni adalah mengolah campuran itu dengan suatu mikroorganisme yang hanya akan mencerna salah satu dari enantiomer itu. Misalnya (R)- nikotina murni dapat diperoleh dari (R)(S)- nikotina dengan menginkubasi campuram rasemik itu dengan bakteri Pseudomonas Putida yang mengoksidasi (S)- nikotina tetapi tidak (R)-enantiomer.